Translate

Kamis, 27 Agustus 2015

PERENCANAAN ALTERNATIF BANGUNAN PENGAMAN PANTAI NAMROLE KAB. BURU SELATAN - MALUKU

Muhammad Aldin 1), Muh. Arsyad Thaha2), Mukhsan Putra Hatta3)
1)Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Hasanuddin, Jl. Perintis Kemerdekaan Makassar 90245 – email : aldindjapari@gmail.com, 2,3) Dosen Pembimbing Laboratorium Riset Teknik Pantai Jurusan Sipil Fakultas Teknik UNHAS
ABSTRAK
           Pantai Namrole terletak di Kecamatan Namrole Kabupaten Buru Selatan. Pantai Namrole selain terkenal sebagai daerah wisata juga merupakan daerah nelayan/perikanan yang cukup terkenal. Jumlah penduduk di pulau ini terus berkembang. Dengan perkembangan penduduk ini, maka berbagai kegiatan dialihkan ke daerah pantai. Kondisi daerah pantainya memiliki potensi untuk wisata alam. Potensi pengembangan lahan pantai Namrole baik pada perairan pantai maupun pada perairan lepas pantai belum terlihat adanya pemanfaatan secara khusus. Sejalan dengan makin berkembangnya daerah ini berbagai permasalahan mulai timbul, antara lain penempatan lahan permukiman, bangunan pemerintah/swasta, rumah ibadat, dan lainnya semakin dekat dengan garis pantai sehingga terancam oleh gelombang laut dan erosi pantai.Terjadinya erosi pantai selain disebabkan adanya perubahan garis pantai akibat erosi juga disebabkan pemukiman yang ada terlalu dekat dengan pantai dimana sempadan pantai sebagai daerah penyangga (buffer zone) belum direncanakan sehingga pada saat musim gelombang, permukiman tersebut berada dalam jangkauan limpasan gelombang laut (wave run-up). Oleh karena itu permasalahan yang akan ditinjau meliputi peninjauan karakteristik daerah pantai tersebut dan memfungsikan sempadan pantai serta bangunan pengaman pantai yang sesuai untuk membuat alternatif desain pengaman pantai Kota Namrole.. Pengumpulan data primer dan sekunder dilakukan untuk mendesain bangunan pelindung pantai yang tepat. Analisa data primer berupa survey topografi dan batimetri dilakukan untuk pemutakhiran detail wilayah studi, tunggang pasang surut yang diperoleh sebesar (MHWL-MLWL) sebesar 170.8 cm, dan tinggi BM1 dari MSL sebesar 2.46 meter.Hasil investigasi tanah diperloeh butir sedimen rata-rata d50 sebesar 2,075 mm.Untuk data sekunder berupa data angin 10 tahun terakhir diperoleh dari stasiun metereologi Pattimura Ambon, yang selanjutnya dengan metode Hindcasting diperoleh peramalan gelombang rencana 10 tahun dengan tinggi 4,062 m dari arah Barat Daya. Hasil analisis pemilihan bangunan pantai dilakukan dengan metode studi alternatif dan pemodelan bangunan pantai dengan bantuan aplikasi CEDAS-NEMOS, dari beberapa model bangunan pantai yang dimodelkan, maka dipilih Seawall sebagai bangunan pelindung pantai dengan karakteristik desain kedalaman kaki diujung bangunan 0,5 m, tinggi gelombang pecah diujung bangunan 0,4 m, elevasi seawall 2,8 MSL dan diameter minimun batu pelindung kaki bangunan sebesar 22 cm.


Kata kunci : bangunan pantai, hindcasting, CEDAS-NEMOS, seawall

download jurnal