Translate

Selasa, 22 April 2014

#SparklingMB : Dari Ende, Untuk Indonesia.

Sebuah perjalanan,
Sulit dikotakkan dalam 'pixel-rate..
Atau terukur dalam memory 'mega-gygabite..
Maka berjalanlah, senangi pancaindera..
Menguji batas, membuat batasan baru..
Menjinakkan kerasan hati..
Lalu temuilah dirimu..
@aldjapari

Lepas dari cerita perjalanan sebelumnya : merobek sunyi di ketinggian Kelimutu dalam edisi #SparklingMB, menempuh perjalanan dari desa Moni ke kota Ende tim terakhir yang mendapat tumpangan menempuh perjalanan sekitar enam jam. Berjalan kaki sekitar 6 km, mendapat tumpangan truk untuk sesaat perjalanan dan akhirnya siapa yang mengira, petugas pos Kelimutu dari Kehutanan Ende yang dijumpai di pagi sebelumnya 'memungut' kami yang tengah asik meramu kopi di pinggir jalan. 


Sangat sulit mendapatkan tumpangan di hari raya Tahun baru. Maklumlah, penduduk mayoritas Nusa Tenggara beragama Nasrani. Oto call pada libur. 

DARI ENDE, UNTUK INDONESIA ~ Selamat Datang di Tempat Pengasingan Soekarno.
Seperti itulah gumaman hati, ketika mobil Ranger Kehutanan melintas di gerbang kota Ende. Meeting Point selanjutnya adalah monumen Pancasila yang berada di pertigaan sebelum memasuki pusat kota. Teman-teman #SparklingMB yang lain sudah duluan tiba ternyata sebagian sudah ada yang City Tour, mengunjungi toko kerajinan tak jauh dari tempat pertemuan tadi. Dari cerita kawan, ada satu yang menarik, Tenunan khas NTT ! Tapi mahal.. Heuheu.. Lelah begitu terasa setelah membaringkan badan dirumah kerabat kak Yanti. Hari esok tentu menjanjikan keseruan petualangan.

Tidak begitu lama menanti pagi hari. Hasil briefing semalam, membuat agenda tim membatalkan kunjungan desa Waerebo. Tentu saja estimasi waktu dan biaya tidak mencukupi. Namun dalam hati saya berpikir, bahwa suatu saat saya akan kembali kesini, menyaksikan kembali segala keunikan dan keramahan Nusa Tenggara. Seolah-olah pada waktu itu, saya merindukan sesuatu yang belum ditinggalkan. Secerah pagi, tergambar di raut wajah tim saat mulai melangkahkan kaki menuju mobil sewaan yang mengantarkan ke pusat kota. Walaupun seorang anggota tim, kak Dija terserang demam, namun semangat positif mengiring melakukan perjalanan.

Berikut spot wisata (sekitar kota) rekaman #SparklingMB :
1. Pasar Sarung 
    Tidaklah sulit menemukan lokasi Pasar Sarung Ende, dengan mikrolet rombongan menuju ke salah satu tempat memasarkan karya tenun masyarakat Flores terkhusus di Ende. Di setiap kota kabupaten di NTT, sarung tenun ikat mempunyai gaya dan keunikan tersendiri. Di pasar ikan Geliting Maumere juga terdapat 'mama' yang menjual sarung tenun.

Pasar Sarung Ende



2. Taman Pancasila Soekarno
     Siapa yang tidak mengenal Pancasila, ideologi bangsa ini, Indonesia. Dibawah pohon sukun menghadap pantai, itulah tempat Soekarno dalam masa pengasingannya merumuskan ide mengenai butir-butir Pancasila. Pohon Sukun yang berbatang lima, diperkirakan menjadi ilham membuat 'panca' dalam sila ideologi bangsa. Walaupun kini pohon sukun yang dulunya sudah mati, tapi bibit baru ditanam dan dirangkai serupa aslinya. Kekayaan cagar budaya harus tetap dijaga. Sangat menarik tentunya. Namun, pada saat tim kesana (2 Januari 2014), situs sedang masa rehabilitasi. Menurut salah seorang warga, rehabilitasi situs-situs Bung Karno di Ende merupakan janji Wapres Boediono saat berkampanye pada saat itu. Yah begitulah, kita tidak seharusnya ahistory, karena kita hari ini adalah hasil dari sejarah panjang kehidupan. Adakah yang bisa berlari dari masa lalu? hehe..


Patung Soekarno dan Pohon Sukun "Pancasila"
(sumber foto : Travel Kompas )

3. Situs Rumah Pengasingan Bung Karno
    Berjarak sekitar 100 meter dari pohon Pancasila tadi kita menjumpai rumah pengasingan Bung Karno (th. 1933-1937) sebagai tahanan politik oleh pemerintah Hindia Belanda. Bangunan bercat putih, masih dipertahankan pula gaya arsitektur Belandanya, serta lansekap yang tertata dan terawat, menawan. Sayangnya, keberuntungan belum memihak, penjaga situs tidak berada di tempat. Walaupun menyaksikannya dari luar, aura sejarah dan pesona kebangsaan begitu terasa. 


Rumah Pengasingan Soekarno (1933-1937)


Diantara situs taman pancasila dan rumah pengasingan, kita dapat mengorek informasi lebih di Flores Tourism. Penjaganya ramah dan siap meladeni kawan-kawan. :)



4. Pantai Batu Hijau
    Saat menunggu tumpangan mengarah keluar kota Ende arah ke Bajawa, dipinggir jalan terdapat pantai dengan batu-batu berwarna yang didominasi warna hijau. Entah apa yang menyebabkannya, yang jelas inilah keunikan dari pantai ini. Sebagian besar dari batu pantai ini dikumpul dan dimasukkan kedalam karung-karung untuk dijual.




Pantai Batu Hijau


Thanks for all best, ENDE !!!



- Instagram @aldjapari #SparklingMB #visitFLORES
- Behind camera @rahmayani @ron





Tidak ada komentar:

Posting Komentar